Reuni Akbar Mujahid & Mujahidah 212 - 2 Desember 2018

Dipublikasikan tanggal
Donasi Media Dakwah FPI
Bank Syariah Mandiri
No. 720-161-1045 a.n. FPI REK MEDIA

Komentar

  • Hhhhhh TERNYATA DOA NYA GANTI PRESIDEN TAK DI KABULKAN WKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWK

  • Semoga para umat Islam yang hadir di Reuni 212 menjadi Ahli Surga Semuanya.

  • Politik dicampur agama itu kaya kuda pake kacamata, nurut aja sama yang naikin... lebih elok kalau acara politik ya politik ga apa apa pake sorban sama tasbih jg, tapi bicara nya politik,... lah ini.. kajian islam di campurin sama ngomongin politik.

  • Preman preman bersurban!!! Waspadalah!!! Preman politik!!! Jangan mudah tertipu!!!

  • Ibn Rush: kalau kamu ingin mendapat umat ygvbanyak dan BODOH maka bungkuslah kedoliman dengan agama (spt yg dilakukan #propaganda212 #propagandaisis)

  • Bro is not only comunist that you should be aware of but zionist too bro , zionist is there arround you

  • Jelasin dong apaitu Hulaiwasallam permirsa!

  • 3:30 ❤️❤️

  • Habib hanif mana min..

  • BISMILLAH INDONESIA AMAN TENTRAM DAMAI SEJAHTERA....PARA WALI SEMUANYA DUKUNG JOKOWI.....JOKOWI PRESIDEN LAGI..AMIIN..!!!!

  • Nggak bisa ikut Cuma bisa liat lewat live😭😭

  • Musuh terberat kita bukan kaum kafir dan pemimpin zholim,tapi umat islam, soudara kita yg sudah terpengaruh sama rezim ini,yg sudah bersebrangan paham sama ulama pendukung rezim ini..semoga mereka diberikan hidayah sama allah..aamiin..

  • Babi riqik sama babi bahar si pecundang di jadikan pemimpin. .bakalan ancur brooow negri ini

  • #2019KETUHANANYANGMAHAESA

  • Taun depan reoni diadakan di alon2 yerusalem. Biar GOKIIIIIIL

  • Astagfirullah astagfirullah punya presiden si tukang bohong😂😂 Bagus nyanyiannya

  • Waspadai Pola Gerakan Ganti Presiden id-tv.org/tv/video-Ck0n7593N6w.html

  • Satu peluru hanya mampu menembus satu kepala, namun satu tulisan kebaikan mampu menembusi ribuan bahkan jutaan kepala

  • kejadian ANEH tapi NYATA yg ane alami di #reuniAkbarMujahid212 : - anak kecil banyak banget, tp ga ada satupun yg nangis - banyak orang yg mukanya sama kayak ane - jamaah padat berdesakan, tapi tidak panas, angin sejuk sepoy² - jalan² ke arah mana saja di dalam monas lancar, ga ada yg menghalangi, padahal padat - lafadz Alloh terlihat jelas di langit - jamaah yg ane temui ngobrol, ga ada yg dari jakarta, semua dari luar kota DKI semua - jamaah baik², sopan², tertib, disiplin, gak ada yg rusuh - gak ada sampah berserakan di dalam monas

  • KALENDER 2019 REUNI AKBAR 212 "WAJIB" dimiliki bagi mujahid dan mujahidah 212 Minaat.....klik link di bawah ini : www.bukalapak.com/p/perlengkapan-kantor/alat-kantor/perlengkapan-kantor-lainnya/z4rf2v-jual-kalender-2019-reuni-212?category_slugs=perlengkapan-kantor%2Falat-kantor%2Fperlengkapan-kantor-lainnya&keyword=

  • Saya prihatin banyak ustadz yang dipolisikan karena diduga melanggar aturan.. Saran saya berjuang sesuai konstitusi, taat aturan dan administratif.. Kita tinggal di Indonesia ikuti aturan Indonesia.. Berjuang lah secara cerdas dan kerja keras.. Banyak musuh islam yang ingin menjatuhkan ulama berdasarkan bukti ceramah, tolong lebih dijaga ucapannya, berjuanh lebih lembut, kritis namun cerdas layaknya Zakir Naik dan UAS.. Jika seperti mereka ceramahnya, sulit untuk dikriminalisasi. Kalo sudah dipenjara bagaimana mau berjuang?? Pikirkan kembali. Ulama adalah pewaris Nabi-nabi.. Saya disini memberikan saran karena tidak ingin pewaris nabi-nabi dapat lebih mudah dikriminalisasi..

  • ada yang tau nama imam sholat witirnya.?

  • Amazing...!!! 8 Million Indonesian Muslims Attended the Biggest Rally ever Recorded in World History id-tv.org/tv/video-A15ToxQQH-M.html

  • id-tv.org/tv/video-A15ToxQQH-M.html

  • Kapan Fpi lawan opm ke papua?

  • Allahuakbar kemenangan sdh dekat...

  • Allahuakbar kemenangan sdh dekat...

  • ya Alloh satukanlah umat islam, kuatkanlah umat islam dan lindungilah umat islam.. Allohhu Akbar

  • Maju trus front tv Allahuakbar

  • Beberapa hari lalu saya meeting dg salah satu lembaga pertahanan NKRI terkait pekerjaan saya di dunia teknologi militer. Ada rencana untuk membuat pesawat drone untuk siaran live streaming karena teknologi live streaming beberapa lembaga pertahanan indonesia masih kurang. Mereka lalu cerita soal Front TV. Mereka heran kenapa cuma front tv yg bisa live streaming di 212 sementara belasan drone lain gak bisa. "kita heran teknologi macam apa?" katanya. Dlm hati saya bilang "Teknologi Allah" sambil senyum kemenangan

  • Gara2 ga ada diberita jd ga tau ad a acara sedamai dan sedamai ini. Untung ada ID-tv

  • Saya bangga jadi muslim, Thanks gad

  • Amin

  • Assalamualaikum min afwan film dokumentasi aksi bela islam di upload ke youtube.

  • Teman2 sy dr manado juga ikut 212 n dukung PADI

  • AllahuAkbar

  • I love you all yg cinta kepada agama yg memperjuangkan islam dan imannya. Semoga kita semua bertemu lagi di syurga. Saling mengingatkan dlm kesabaran dan ketaqwaan. Bahagiaaaaaaaaaa banyak saudara seiman

  • 😳😳😳

  • id-tv.org/tv/video-IPQQ8KTqDaQ.html

  • Yg air mata nya mengalir nonton ini like

  • ini negara indonesia , bukan negara islam

  • klo misal prabowo jd presiden trs dholim,apa ada reuni macam gini ya, apa ada aksi bela islam ya?? hmmmm.. jd ngebayang klo misal prabowo presiden trs ada reuni macam gini, moga2 j g d karungin semua yg ikut reuni, bsk ny jadi daftar org hilang. wkwkwk

  • subhanallaah

  • Jokowi ngga diundang, pak prabowo malah diundang aneh

  • InshaAllah

  • Pinter tapi keblinger Bisa di katakan ... "GOBLOK"

    • Reno Rizki ... paling ujung nya politik

    • andah so bijak tpi hati sudah rusak

  • Siapa yg nonton sampe selsai tanpa di skip?

  • Alhamdulillaah... gak bosen2 liatnya. moga thn depan bisa ktmu lagi, dgn Presiden yg Baru, aamiin..

  • Barokallah

  • BID'AH INI

    • kmu juga bidah pegang hp

    • kmu juga bid'ah. mengang hp.

    • ada makluk bersayap disini

  • ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!

  • Gagal paham, ini acara untuk apa ya?? :)

  • Amin

  • Up

  • 212 goblok

  • Imam besar FPI keles 😂

  • Menit 56:14 qunut nazilah tahajjud.. Menit 1:37:00 subuh berjamaah

  • SubhanALLAH.....Allohu akbar. Jazakumulloh khairan utk FrontTV yg sdh menyiarkan Full Live Streaming. Tanpa ada siaran langsung ini saya gak tau acara yg berlangsung dipanggung. Karena posisi saya dekat Pos Kesehatan RELAWAN IIMF (Pintu Monas arah Istiqlal) dan disana sound systemnya mati. Semoga tahun depan qta bisa adakan Reuni Akbar Mujahid 212 bersama Presiden Baru.... Aamiin.....Allohu Akbar !!!!

  • Allahu Akbar ini semua Berkah dari Allah.

  • Yang belum tahu perbedaan nya trending dengan viral yuk lihat video nya di sini id-tv.org/tv/video-8x7Fu9jE5wM.html jangan lupa untuk like, comment, dan Subscribe

  • MASYA ALLAH

  • Allahu akbar ...

  • Masyaallah 😍😍

  • Umat islam diindonesia bersatu,,rezim sontoloyo semakin panik

  • ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️💜💜♋♋♋ 💙💙💙💙 *Yesus Kristus adalah Anak Allah & menjanjikan hidup kekal jika Anda hanya percaya kepada-Nya.* *Dia berjanji untuk juga menyembuhkan tubuh Anda. (Mintalah Tuhan)*

  • Jhost

  • Mantap & kompak... Jiwa yg berakallah yg dapat menyatukan kita... 212 gerakan revolusioner.! Tak ada yg mampu menandingi acara itu.. Tak ada parpol, instansi dan sebagainya yg mampu mengumpulkan masyarakat sebanyak itu. Konser akbar, bahkan pertandingan bola sekalipun . Luar biasa. Untuk semua yg berakal sehat.

  • Mantap & kompak... Jiwa yg berakallah yg dapat menyatukan kita... 212 gerakan revolusioner.! Tak ada yg mampu menandingi acara itu.. Tak ada parpol, instansi dan sebagainya yg mampu mengumpulkan masyarakat sebanyak itu. Konser akbar, bahkan pertandingan bola sekalipun . Luar biasa. Untuk semua yg berakal sehat.

  • Itu cuma 40 ribu org gblq

    • haha ada yg sibuk ngitungin orang. kwkwkwwk

  • Butuh berapa lama upload Vidio hebat ini "durasi 8 jam lebih"

  • Alhamdulillah ada yg full.....jadi bisa lihat dan merasakan kebersamaan nya dari awal acara,makasih.....

  • Allahuakbar Islam kaffah

  • ingat INDONESIA INI MEMILIKI AGAMA SELAIN ISLAM. JADI JNGN BUAT ATURAN ISLAM DIINDONESIA. KALAU MAU ATURAN ITU PINDAH AJA SONO SEMUA KE ACEH.. INGAT HARGAI AGAMA ORNG LAIN! *mohon maaf kalau menyinggung perasaan anda,karna itulah yg mau saya sampaikan*

  • 5:21:00

  • Kok ga dikirim ke papua kalau emang mujahi?

    • buat apa.??? lu orang islam tapi goblok. sperma zina pasti

  • masya alloh

  • Up

  • Gua selalu terharu liat moment video ini... Pdahal.udah beberapa kali diputer gak pernah bosan

  • TV fpi wkwkwk lawakkk

  • id-tv.org/tv/video-8PlR3Js8xU4.html

  • Alhamdulillah....terharu,bangga kpd kalian hai saudara"ku😘😊😊

  • Up

  • INTINYA Mari Hijrah dari Jokowi ke PRABOWO .. Coblos No 2.. Yang pilih Prabowo Sandi No 02 silahkan Like 👍✌👆👍

    • komentar tolol katanya 212 bela Islam kok ini nyambung² politik tolol banget

  • Nah tuh dengar, "Mari kita menghormati semua umat beragama". 7:00:02 - 7:00:07😊

  • sapa yang udah nonton ape 8 jam cung??

  • 💕

  • maju tak gentar bela yg bayar. YG INGIN GANTIKAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA HARUS DITUMPAS, TAK PERDULI HTI, ATAU ONTA RADIKAL. DI MUKA BUMI NKRI. HRUS DILAWAN KARENA INI PKI GAYA BARU.

  • Im salafi and im proud

  • Hhhh😊😊😊😊

  • sp yg udah nonton sampai 8 jam?

  • Sungguh mengherankan..mestinya media berlomba" menayangkan acara reuni 212..karena bisa menaikan rating mereka..ujung"nya rating naik duit ngalir... Hal ini menunjukkan media dikuasai pengusaha" yg berada di belakang rezim saat ini, di mana mereka ada kepentingan bisnis yg akan tetap langgeng bila rezim skrg tetap berkuasa.. pantas saja rezim saat ini lebih prioritas membangun infrastruktur yg ujung"nya menguntungkan pengusaha.. seperti jalan tol.. siapa yg akan dapat pemasukan tol dari jalan ini dan siapa yg diuntungkan..karena dgn adanya jalan ini para pengusaha" tsb semakin bebas membangun gedung" tinggi di seluruh pulau Jawa ini.. saya acungin jempol bila yg dibangun bukan jalan too..tapi nyatanya apa..hehehe..contoh nyata kerugian mereka dgn terpilihnya gub DKI saat ini ..proyek triliun mereka reklamasi ditutup dan betapa besar kerugian yg harus ditanggung oleh para pengusaha" di belakang rezim saat ini... Ckckckck

  • Alhamdulillah Reuni Lancar salam 2 periode.

  • Masya allah sampe 8 jam

  • Haha

  • Mantap eiii

  • Mantap👍

  • MasyaAllah

  • Waw... Menakjubkan

  • Bunuh Diri Massal Pers Indonesia Jilid II 2 jam lalu 1.762 dibaca dalam 4 menit Story Highlights Dengan mengamati berbagai halaman muka media, kita bisa mendapat gambaran apa terjadi di balik semua itu? Media bersama kekuatan besar di belakangnya, tengah melakukan agenda setting. Oleh : Hersubeno Arief Tanda-tanda pers Indonesia sedang melakukan bunuh diri massal, semakin nyata. Pemberitaan media massa tentang Reuni 212 yang berlangsung di Monas Ahad (2/12), membuka tabir yang selama ini coba ditutup-tutupi. Kooptasi penguasa, kepentingan ideologi, politik dan bisnis membuat pers menerapkan dua rumus baku, framing dan black out. Peristiwa besar yang menjadi sorotan media-media internasional itu sama sekali tidak “menarik” dan tidak layak berita, bagi sebagian besar media nasional yang terbit di Jakarta. Sejumlah pembaca Harian Kompas pada Senin (4/12) pagi dibuat terkejut ketika mendapati koran nasional itu sama sekali tidak memuat berita jutaan orang yang berkumpul di Monas. Halaman muka Kompas bersih dari foto, apalagi berita peristiwa spesial tersebut. Setelah dibuka satu persatu, peristiwa super penting itu ternyata terselip di halaman 15. Dengan judul “Reuni Berlangsung Damai” Kompas hanya memberi porsi berita tersebut dalam lima kolom kali seperempat halaman, atau sekitar 2.500 karakter. Tidak ada foto lautan manusia yang menyemut dan memadati kawasan Monas dan sekitarnya.  Bagi Harian Kompas peristiwa itu tidak penting dan tidak ada nilai beritanya (news value). Halaman 15 adalah halaman sambungan, dan topiknya tidak spesifik. Masuk kategori berita dibuang sayang. Yang penting ada. Karena itu namanya halaman “umum.” Masih untung pada bagian akhir Kompas mencantumkan keterangan tambahan “Berita lain dan foto, baca di KOMPAS.ID. Kompas memilih berita utamanya dengan judul “Polusi Plastik Mengancam.” Ada dua berita soal plastik, dilengkapi dengan foto seorang anak di tengah lautan sampah plastik dalam ukuran besar. Seorang pembaca Kompas yang kesal, sampai membuat status “Koran Sampah!” Halaman muka Harian Media Indonesia milik Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh juga bersih dari foto dan berita Reuni 212. Mereka memilih berita utama dengan judul “ PP 49/2018 Solusi bagi Tenaga Honorer.” Sama seperti Kompas, berita Reuni 212 diturunkan di halaman dalam dengan judul “Reuni 212 Lançar, Bukti Jokowi Pro Islam.” Berita yang mengutip statemen seorang “pengamat” intelijen Ridlwan Habib yang juga dikenal sebagai buzzer militan Jokowi itu merupakan framing yang terlalu dipaksakan. Kurang “berseni.” Harian Sindo Milik Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoe memilih berita utamanya “ Pesona Ibu Negara di Panggung G-30” dengan foto-foto mereka dalam ukuran besar. Koran Tempo memilih berita utama “Menuju Ekosistem Digital” yang ditampilkan dalam seluruh halamannya. Hanya Koran Rakyat Merdeka, Republika yang memuat berita dan foto peristiwa Reuni 212 di halaman muka. Rakyat Merdeka menulis Judul “212 Makin lama, Makin Besar Kenapa Ya?.” Republika menulis Judul “Reuni 212 Damai.” Sementara Harian Warta Kota memuat foto lepas, suasana di Monas dengan judul berita yang dengan berita utama yang sangat besar “Ketua RW Wafat Usai Reuni.” Agenda Setting Dengan mengamati berbagai halaman muka media, kita bisa mendapat gambaran apa terjadi di balik semua itu? Media bersama kekuatan besar di belakangnya, tengah melakukan agenda setting. Mereka membuat sebuah skenario menenggelamkan peristiwa Reuni 212, atau setidaknya menjadikan berita tersebut tidak relevan. Operasi semacam ini hanya bisa dilakukan oleh kekuatan besar, dan melibatkan biaya yang cukup besar pula. Target pertama black out sepenuhnya. Jangan sampai berita tersebut muncul di media. Untuk kasus pertama ini kelihatannya tidak ada media yang berani mati dan mengabaikan akal sehat. Reuni 212 terlalu besar untuk dihilangkan begitu saja. Kasusnya jelas berbeda dengan unjukrasa Badan Eksekutif Media Se-Indonesia (BEMSI), dan ribuan guru honorer yang berunjuk rasa ke istana beberapa waktu lalu. Pada dua kasus itu mereka berhasil melakukan black out. Target kedua, kalau tidak bisa melakukan black out, maka berita itu harus dibuat tidak penting dan tidak relevan. Apa yang dilakukan Kompas, dan Media Indonesia masuk dalam kategori ini. Target ketiga, diberitakan, namun dengan tone yang datar dan biasa-biasa saja. Contohnya pada Republika. Meski dimiliki oleh Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, harap diingat latar belakang koran ini adalah milik umat. Tidak mungkin mereka menempatkan berita ini di halaman dalam, apalagi menenggelamkannya. Bisa dibayangkan apa yang terjadi, bila Republika berani mengambil posisi seperti Kompas? Ketika Erick memutuskan bersedia menjadi ketua tim sukses saja banyak pembaca yang sudah mengancam akan berhenti berlangganan. Apalagi bila sampai berani melakukan black out dan framing terhadap berita Reuni 212. Wassalam. Target keempat tetap memberitakan, tapi dengan melakukan framing, pembingkaian berita. Reuni memakan korban. Contohnya adalah Warta Kota yang membuat judul “Ketua RW Wafat Usia Reuni.” Berita ini jelas terlihat sangat dipaksakan. Satu orang meninggal di tengah jutaan orang berkumpul, menjadi berita yang menarik dan penting? Sampean waras? Hal yang sama jika kita amati juga terjadi di media online dan televisi. Hanya TV One yang tampaknya mencoba tetap menjaga akal sehat di tengah semua kegilaan. Mereka masih memberi porsi pemberitaan yang cukup layak dan melakukan siaran langsung dari Monas. Tidak perlu orang yang punya pengalaman di media untuk memahami semua keanehan yang kini tengah melanda sebagian besar media arus utama Indonesia. Berkumpulnya jutaan orang dari berbagai penjuru kota di Indonesia, dan juga kota-kota dunia di Lapangan Monas, apalagi pada masa kampanye, jelas merupakan berita besar. Tidak alasan untuk tidak memuat, apalagi mengabaikannnya. Bagi kalangan media peristiwa itu jelas memenuhi semua syarat kelayakan berita. Mau diperdebatkan dari sisi apapun, pakai ilmu jurnalistik apapun, termasuk ilmu jurnalistik akherat, atau luar angkasa (kalau ada), Reuni 212 jelas memenuhi semua syarat. Luasnya pengaruh (magnitude), kedekatan (proximity), aktual (kebaruan), dampak (impact), masalah kemanusiaan (human interest) dan keluarbiasaan (unusualness), adalah rumus baku yang menjadi pegangan para wartawan. Permainan para pemilik dan pengelola media yang berselingkuh dengan penguasa ini jelas tidak boleh dibiarkan. Mereka tidak menyadari sedang bermain-main dengan sebuah permainan yang berbahaya. Dalam jangka pendek kredibilitas media menjadi rusak. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan. Mereka akan ditinggalkan. Di tengah terus menurunnya pembaca media cetak, tindakan itu semacam bunuh diri, dan akan mempercepat kematian media cetak di Indonesia. Dalam jangka panjang rusaknya media dan hilangnya fungsi kontrol terhadap penguasa, akan merusak demokrasi yang kini tengah kita bangun. Masyarakat, aktivis, wartawan, lembaga-lembaga kewartawanan seperti PWI, AJI, IJTI, maupun lembaga-lembaga seperti Komisi Penyiaran Indonesia, dan Dewan Pers tidak boleh tinggal diam. Terlalu mahal harga yang harus dibayar bangsa ini, karena medianya larut dalam konspirasi dan dikooptasi. end

  • Ujung2 nya hidup wowo