TAXI CHALLENGE: Mobil Ridwan Hanif

Dipublikasikan tanggal 8 Okt 2020
Ini dia Ex Taxi Modifikasi Team Ridwan Hanif untuk IMX Live Modz 2020. Mobil ini kami beri nama Limo Hachi Roku. #IMX2020
Beli tiketnya di bawah ini
widget.loket.com/widget/3hdkdmklpb2zmha7
2 Mobil yang kalah akan dijual di:
momobil.id
===================
Setelah menonton, jangan lupa klik tombol subscribe diatas dan nyalakan lonceng untuk notifikasi video terbaru langsung dari HP anda!
Jangan lupa untuk follow akun Instagram Ridwan Hanif di @ridwanhr
instagram.com/ridwanhr
Dan follow juga akun Instagram @autonetcare di
instagram.com/autonetcare
Dan AutonetCare Detailing di
instagram.com/autonetcare.detailing
Kalau kamu ingin sewa mobil di jakarta bisa ke autonet rent car di
www.autonetrentcar.com

Komentar

  • Mantul pisan oe.... πŸ‘ŒπŸ‘

  • Waduuhhhh kelass bangatttt bang ridwan mahh

  • Kayanya seru juga di depan dan ahir video ada anda lagi

  • Ini cuma ide gila aja ya bang. Seumpama jikalau headlamp nya dibuat flip flop juga... Wuiiiiiihhh anj*******y πŸ‘

  • Pantes om fitra juara idex brilian

  • Motifnya mrip mobil polisi d jepang.😁

  • Kali ini pemenangnya ridwan hanif

  • 12:22 kucing ikut syuting🀣🀣🀣

  • kalau beli di BM group kaya gini budget berapa ya🀭

  • Interiornya luar biasa

  • Bang ini kmaren mobil yg dirubah jadi matic itu yaa

  • RHR BRO gituloh banged

  • Berterimakasihlah kepada Mas Wahid edit : tanpa Mas Wahid, kayaknya Ga ada Taxi Challange

  • modifikasi fungsional daily use.... walo pilihan livery ama spoiler soal selera, tp interiornya keliatannya nyaman bgt buat harian

  • Mantap bang RHR. Idenya cerdas... πŸ‘πŸ‘πŸ‘ Semoga mendapat hasil terbaik.

  • Velg nya bikinan PT. Chemco 😁

  • trendingnya awet

  • sdah 1 mnggu msih nangkring d trending yt , mntap πŸ‘

  • 2:06 Ini orang2 nya lucu-lucu ya ☺ Unyu-unyu, innocent, lempeng. Tapi mereka mampu menghasilkan sebuah mahakarya yg WOOW πŸ˜―πŸ™

  • jan tenan mangstab isik trending cak sito iki :)

  • kirain ridwan kamil wkwk :(

  • Tuh bener kan Fitra Eri dan sultan taxi menang! Fitra Eri memang mantab tahun lalu menang ini menang juga! Aku salut sama Fitra Eri

  • cuman mau ngecek apakah memang masih trending atau ga... eh ternyata memang masih, setelah seminggu lebih

  • Trending wow

  • Lama juga nih masuk trending

  • biasanya buat nganter tahu nih... :)

  • Beli Qur'an ditemani adik Yg cinta Qur'an kasi like! Inspiratif Ini hanya pantun.... Tujuan utama kami membumikan Al-Quran agar muslim semakin muslim... Dukung kami jadi channel sedekah cukup dengan subkrib sj.

  • UCANews.com, sumber berita Katolik wilayah Asia, mengangkat artikel komentar yang berjudul β€œGenosida Tiongkok tidak seperti yang lain” oleh Benedict Rogers pada tanggal 4 April 2019. Benedict Rodgers adalah wakil ketua Komisi HAM Partai Konservatif Inggris, pimpinan tim Asia Timur dalam organisasi HAM CSW, dan penasihat Koalisi Internasional untuk Mengakhiri Penyalahgunaan Transplantasi di Tiongkok (ETAC). Dia membuka artikelnya dengan pernyataan berikut: "Tiongkok mungkin melakukan apa yang oleh seorang pakar, jurnalis Ethan Gutmann, penulis The Slaughter, melukiskan sebagai β€˜suatu bentuk genosida yang terselubung dalam lulur medis.' Atau apa yang dikatakan anggota parlemen Inggris Fiona Bruce, ketua Komisi HAM Partai Konservatif, dalam debat di parlemen pekan lalu sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan dan ... yang berpotensi sebagai genosida abad ke-21.' Sebuah kejahatan dimana tidak seperti yang lain - pengambilan paksa organ dari para tahanan tidak bersalah." Praktisi Falun Gong di Taipei memeragakan pengambilan organ hidup-hidup yang disetujui negara oleh Partai Komunis Tiongkok pada tanggal 23 April 2006. Artikel dilanjutkan dengan memperkenalkan karya penting dari Pengadilan Tiongkok, yang telah mengadakan audiensi di London tentang pelanggaran pengambilan organ di Tiongkok. "Panel Pengadilan Tiongkok, yang meliputi pengacara, akademisi, ahli medis senior dan pengusaha, akan mengadakan sidang lebih lanjut pada tanggal 6-7 April di London, dan akan mempublikasikan putusan akhir pada bulan Juni." Panel Pengadilan Tiongkok memasuki pengadilan sementara, diikuti dengan dengar pendapat pada bulan Desember, bahwa mereka β€œpasti, dengan suara bulat, dan yakin tanpa keraguan bahwa di Tiongkok, pengambilan organ secara paksa dari tahanan tidak bersalah telah dipraktekkan selama periode waktu yang substansial, melibatkan sejumlah besar korban…. oleh organisasi dan individu yang diorganisir oleh negara atau disetujui." Rodgers menulis bahwa pengambilan organ secara paksa di Tiongkok sulit dibuktikan karena satu-satunya saksi hidup adalah pelakunya: para dokter, polisi dan petugas penjara yang terlibat. Setiap bukti yang tersisa di ruang operasi dengan cepat dibersihkan setelah operasi. Ini disebut β€œkejahatan yang nyaris sempurna” karena tidak ada korban yang selamat untuk bersaksi. Dia menulis bahwa mantan Miss World Canada Anastasia Lin mengatakan dalam dengar pendapat di Parlemen Inggris: β€œDi jalanan, jika seseorang menyerang anda, anda dapat berteriak minta tolong. Terikat ke ranjang rumah sakit di ruang bedah kamp kerja paksa, tidak seorang punyang bisa mendengar teriakan anda. Di Tiongkok, negara itu sendiri terlibat dalam pencurian organ." Pengambilan organ secara paksa tidak hanya dari penjahat hukuman mati, tetapi juga dari tahanan tidak bersalah, terutama praktisi Falun Gong. Tn. Rodgers merujuk pada laporan yang diterbitkan tiga tahun lalu oleh mantan sekretaris negara Kanada untuk Asia-Pasifik David Kilgour, pengacara HAM David Matas dan jurnalis Gutmann yang berjudul, β€œBloody Harvest/The Slaughter: An Update.”Berdasarkan investigasi mereka sebelumnya , para peneliti menganalisis catatan publik dari 712 rumah sakit di Tiongkok yang telah melakukan transplantasi hati dan ginjal. Berdasarkan informasi yang tersedia, mereka memperkirakan bahwa antara 60.000 hingga 100.000 organ ditransplantasikan setiap tahun di rumah sakit Tiongkok, dan sumber organ dipertanyakan, karena Tiongkok tidak memiliki tradisi donasi organ sukarela. "Tahanan terpidana mati mungkin ada beberapa, namun hukum Tiongkok mengharuskan tahanan yang dihukum mati harus dieksekusi dalam waktu tujuh hari, itu membuat ketersediaan organ berdasarkan permintaan dari sumber, terbatas," tulis Rodgers. "Lebih lanjut, di Tiongkok, pasien, termasuk orang asing, dijanjikan dapat mencocokkan organ donor yang sehat dalam beberapa hari, dimana berbeda dengan negara-negara paling maju di Barat,dimana seorang pasien menunggu berbulan-bulan, kadang bertahun-tahun, untuk transplantasi. Para peneliti bertindaksaat pasien menelepon ke rumah sakit Tiongkok dan memastikan hal ini," tutur Rodgers. "Ini telah mengarahkan para penyelidikpada kesimpulan bahwa para tahanan tidak bersalah adalah sumbernya. β€˜Akhir dari kejahatan terhadap kemanusiaan ini tidak terlihat,’ mereka menyimpulkan. β€˜Kesimpulan akhir adalah bahwa Partai Komunis Tiongkok telah melibatkan negara dalam pembunuhan massal terhadap orang-orang yang tidak berdosa ... untuk mendapatkan organ bagi transplantasi,’” tulis Rodgers. Artikel tersebut melukiskan apa yang disaksikan oleh mantan ahli bedah dari Xinjiang lebih dari dua dekade lalu. "Dr. Enver Tohti, telah bersaksi telah mengambil organ secara paksa dari seorang tahanan pada tahun 1995 di tempat eksekusi. Setelah diinstruksikan oleh kepala ahli bedah rumah sakitnya, dia menyiapkan peralatan dan dibawa ke lokasi. "'Kami diberitahu untuk menunggu di belakang bukit dan datang ke lapangan segera setelah mendengar tembakan senapan,' kenangnya. 'Beberapa saat kemudian ada tembakan senjata. Bukan hanya satu tapi banyak. Kami bergegas ke ladang. Seorang petugas polisi bersenjata memberi tahu saya ke mana harus pergi. Dia membawa kami mendekat, lalu menunjuk ke sebuah mayat, mengatakan 'ini orangnya.' Pada saat itu kepala ahli bedah kami muncul entah darimana dan menyuruh saya untuk mengambil hati dan dua ginjal. Dia mendesak saya untuk bergegas ... Kemudian kepala ahli bedah kami memasukkan organ-organ itu ke dalam sebuah kotak dan masuk ke dalam mobil. Mereka mengatakan kepada saya untuk kembali ke rumah sakit dan tidak pernah membicarakan apa yang telah terjadi.'" Rodgers menulis, "Beberapa negara, khususnya Israel, Italia, Spanyol dan Taiwan, telah melarang 'wisata organ' ke Tiongkok, dan Senat Kanada telah melegitimasi untuk melakukan hal yang sama. Pelapor PBB telah memanggil Tiongkok untuk menjelaskan sumber organ tersebut, namun tidak menerima jawaban, dan salah satu suara yang paling dihargai di dunia dalam hal etika transplantasi organ, Dr. Annika Tibell, telah meminta penyelidikan internasional."

  • Muantap iki...

  • id-tv.org/tv/video-ztFssNXjEQE.html Madura asyik oleng parah

  • PIMP MY RIDE versi Indonesia πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

  • untuk Android download di playstore ada aplikasi cashzine coba dulu deh kode 10555552, dapet koin 8000 lumayan bisa ngehasilin uang skuyy coba

  • tetep macet g mo kluar dr trending :)

  • Mantap bang, cuman kesannya bagus sekali untuk pribadi, bukan taksi...

  • Keren masih trending

  • Limo tukang tahu

  • πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„

  • mantap kka.. mobil eks Taksi bisa seperti ini, habis berapa biaya modifnya bang klo mau dibuat seperti itu

    • Kalo ga salah 65 jt bantu jawab, ada di Vidio ID-tv nya Om Fitra Eri.

  • Semangan buat Ridwan Hanif...

  • Ni mobil atau warnet, bisa main ps wkwkwkwkwkwkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

  • saya mendukung ridwan hanif supaya kalah... supaya saya bisa ikut nawar mobilnya...

  • LIMO ITU BAHASA JAWA ARTINYA LIMA, LIMO ITU JERUK, JERUK LIMO, LIMO ITU SINGKATAN, PANJANGNYA LIMO SIN, CAPRUKKπŸ€¦β€β™‚οΈπŸ˜πŸ‘πŸ™πŸ‡²πŸ‡¨

  • Beli Qur'an ditemani adik Yg cinta Qur'an kasi like! Ini hanya pantun.... Tujuan utama kami membumikan Al-Quran agar muslim semakin muslim... Dukung kami jadi channel sedekah cukup dengan subkrib sj.

  • Ada pala

  • Masih tranding aja

  • Ini sih Keren walaupun om Fitra yang menang. Tp ide modif nya menginspirasi banget. Nunggu anak muda pakai idenya aja nih..

  • Interior suka punya bang ridwan, eksterior suka punya om fitra.

  • Viral !! id-tv.org/tv/video-DI9fMK96yEg.html

  • gaada bang arief gaseru ah

  • ada koceng di belakang πŸ˜‚

  • Salfok sama kucing

  • Luar biasa om ridwan, totalitas luar biasa

  • Tapi dari ke 3 mobil tsb, paling worted dengan taxi challenge, punya ridwan hanif sih, harusnya Ridwan hanif bisa menang

  • 11:28 kocheng86 lewat 11:34 kocheng86 sudah sukses memberi tanda ini adalah area kocheng86

  • 12:22 kucingnya πŸ’ͺ😹

  • Di cengkareng nih, deket gunadarma

  • gw vote nyang 'ni

  • Masih trending

  • betapa bahagianya ikut terlibat, ikut andil gagasan maupun karya bersama orang-orang yang memiliki energi positif berlebih.

  • Masih anteng, Trending di tanggal 14 Oktober 2020

  • Masih trending....

  • Initial D? Intronya keren. Karena nunjukin interiornya. Tapi... Exteriornya kurang bang... terkesan so last years... sayang...

  • Sempet Trending 10 besar, tandanya banyak yang suka, tapi nggak menang... susah emang kalo jurinya Boomer, padahal jelas ini paling bisa dinilai. ekserior emang ga se-racing yang lain, namanya juga JDM look. interior gak ada lawan, detailΒ² kecil diperhatikan. kalo diliatΒ² ini yang paling kokoh. dan kalo diperhatiin, #teamridwanhanif bisa dibilang orang-orangnya belom punya nama yang besar.

    • @Ibnu Syuhada jurinya bapack bapackk yang doyan mobil Eropa keknya mas, bukan JDM-an πŸ˜…

    • yep guest jurinya malah meremehkan, ngga ngerti konsep

  • fokus kocchheng

  • id-tv.org/tv/video-W7ZIz4w9Edo.html id-tv.org/tv/video-W7ZIz4w9Edo.html

  • Fascinating 😎

  • Ga menang tp trending, jurinya yg ga oke tuh, modif itu ya ky gini bs diaplikasi buat harian, beli mobil eks taksi kan mau dipakai harian dengan modif yg pantas

  • id-tv.org/tv/video-WfeDIjOsUiU.html

  • id-tv.org/tv/video-zSkfTg0v8Tk.html

  • WowπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  • Moga menang Bang,

  • Limo nya dijual kapan?

  • @Ridwan, brp total cost sampai final construction/modification+initial cost hrg limo ini?

  • id-tv.org/tv/video-FTB8K5wVI70.html

  • Interiornya bisa jadi gitu yak

  • Dijual harga brp itu mobilnya ?

  • Mantp5

  • jelek

  • Wedeehhh...boleh di contek ga bang ridwan???hihihi....sederhana tp mewah...sekalian rekomendasi workshop teamnya ya...πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

  • Mobil di kasih INI AJIIP id-tv.org/tv/video-oXy-6MZECUk.html

  • masih tranding aja nih bang

  • Nangkring trs di trending

  • Favorite

  • jelek

  • Coba wing di lepas pake ducktail uhh makin kejehh

  • Orang sembarangan yang seperti ini akan menjadi jutawan suatu saat nanti

  • Amazing

  • *SEJAUH INI, EKSTERIOR MASIH KEREN PUNYA OM MOBI* *INTERIOR KEREN PUNYA OM RIDWAN*

    • *Rontok Parah, Pitak / Alopecia Areata* *Taukah Anda Alopecia Areata???* *Rambut jangan di beri Tonic kimia dan minyak, yg ada malah smakin rontok dan rusak* *Pakai Green Natural Hairtonic, Hairtonic alami tanpa kimia, Ratusan Testi Cek FB Chandra Tonic* *Pemesanan via WA 082390650477* *Ampuh utk Mengatasi Rambut Rontok Parah, Rontok Setelah Melahirkan, Rontok akibat Kemoterapi, Rambut Berketombe, Pitak/Alopecia Areata, Menumbuhkan Rambut, Membasmi Jamur di Kulit Kepala* *JANGAN TUNGGU BOTAK DAN JANGAN LUPA GABUNG KE GRUP FACEBOOK "ALOPECIA AREATA INDONESIA"*

    • *Rontok Parah, Pitak / Alopecia Areata* *Taukah Anda Alopecia Areata???* *Rambut jangan di beri Tonic kimia dan minyak, yg ada malah smakin rontok dan rusak* *Pakai Green Natural Hairtonic, Hairtonic alami tanpa kimia, Ratusan Testi Cek FB Chandra Tonic* *Pemesanan via WA 082390650477* *Ampuh utk Mengatasi Rambut Rontok Parah, Rontok Setelah Melahirkan, Rontok akibat Kemoterapi, Rambut Berketombe, Pitak/Alopecia Areata, Menumbuhkan Rambut, Membasmi Jamur di Kulit Kepala* *JANGAN TUNGGU BOTAK DAN JANGAN LUPA GABUNG KE GRUP FACEBOOK "ALOPECIA AREATA INDONESIA"* K

  • Keren punya om fitra

  • Kenapa bukan ini sih yang juara? Wahai juri 😭

    • yg ini juara di hatu netizen. buktinya masih nongkrong di trending

  • Kalau juri nanti ngambil point juaranya mengutamakan fungsional Taxi, pasti mas fitra Eri yg jadi Juara kalau mengutamakan style pasti om Mobi yg jadi juara, kalau secara Ikonik pasti mas ridwan hanif pemenangnya..kq gue sok tau yaπŸ˜‚

  • Wanjirr kerennn

  • Teamnya orang2 kawakan, salut

  • 12:24 kucing bilang... om lagi ngapain yak. Bagi ikan om

  • Mantaaaapp

  • Kalau bukan karena PSBB mungkin mobil om Ridwan bisa menang 🀭🀭

  • Ga papa kalah yang penting trending πŸ˜…πŸ˜…

  • keren banget

  • ε―ζƒœζ²‘ζœ‰ε­—εΉ•οΌŒεͺθƒ½ηœ‹η”»ι’θ‡ͺ己理解了……

  • Recoment Dj saranghe id-tv.org/tv/video-mVVf2dypD28.html